LIA

Entah apa yang ada dipikiran Lia ketika ia berani mengambil keputusan untuk menerima Nandi sebagai seseorang yang akan jadi bagian didalam hidupnya. Karena saat itu ia telah berjanji untuk tidak menjalin hubungan dengan seseorang sampai waktunya tiba. Lagi-lagi Lia melanggar janji untuk menjalani kehidupan yang akan sangat berat untuk dijalani. Tapi ia yakin, Nandi tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan yang telah Lia lakukan.

 

Hari demi hari berlalu dan Lia semakin yakin dengan Nandi. Karena Nandi tidak pernah meninggalkan Lia sendiri. Semasa berhubungan, Nandi tidak suka kalau Lia terlalu dekat dengan teman cowok, terutama seseorang yang pernah menjalin hubungan dengan Lia. Lia mencoba menerima sikap Nandi yang menurut nya agak sedikit berlebihan. Nandi pernah berkata, “Mantan itu tidak bisa dijadikan teman. Aku percaya sama kamu. Tapi aku tidak percaya dengan cowok. Dia selalu melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau”. Lia mengerti perasaan Nandi. Akhirnya, Lia memutuskan untuk menjauh dari semua teman cowok, dan menjaga jarak dengan teman cowok yang Nandi kenal juga. Dan mudai dari saat itu, Lia berubah menjadi seseorang yang selalu menjaga hatinya dan hanya fokus ke hubungannya dengan Nandi.

 

Akan tetapi, mungkin Nandi tidak setegas ucapannya ke Lia. Disaat Lia menjaga jarak dengan teman-teman cowoknya. Nandi tidak menjaga jarak dengan teman-teman ceweknya. Lia hanya bisa terdiam melihat sikap Nandi. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai akhirnya ia menegor Nandi untuk menjaga sikapnya sesuai dengan perkatannya.

 

Bulan-bulan berikutnya, Lia dan Nandi bagai dua insan yang memang tidak bisa dilepaskan. Dimana ada Lia disitu ada Nandi. Begitu pun sebaliknya. Teman-teman sekelas Lia juga mengenal Nandi. Bahkan suka bercanda dengan Nandi. Lia selalu percaya dengan Nandi. Bagaimanapun Nandi, Lia selalu percaya dan akan selalu percaya.

Sampai tiba suatu saat, dimana Lia merasa dikecewakan yang amat sangat parah. Melihat kenyataan kalau Nandi pergi dengan teman sekelas Lia sendiri, Ami. Dan bukan hanya itu, ternyata Nandi memang sering sms-an dengan Ami dibelakang Lia. Lia tau kebenaran semua itu, dari sms Nandi ke Tari, sahabat Lia sendiri yang menceritakan tentang Nandi dan Ami. Selama ini ia tidak pernah curiga dengan kedekatan mereka. Perasaan Lia saat itu benar2 hancur. Orang yang selama ini ia sayang. Orang yang selama ini ia bela. Tidak lebih dari seorang yang Lia benci.

 

Lia berharap Nandi bisa jujur tentang masalah dia dan Ami. Ternyata, dia tidak bisa jujur. Sampai berani bersumpah hanya untuk menutupi kebohongannya. Lia menangis, hatinya hancur. Ia pun menghubungi Ami, berharap Ami pun bisa jujur dengan apa yang sudah ia lakukan dengan Nandi di belakang dia. Ternyata, Ami tidak ada bedanya yang berani bersumpah demi menutupi kebohongan mereka.

 

Lia benar-benar kecewa. Kenapa bisa temannya sendiri berbuat seperti itu? Bahkan, dari sms yang ia baca di HP nya Tari, Ami pernah berkata ke Nandi “Sebenarnya gw tuh kalo punya pacar mestinya kaya lw”. Kenapa dia mesti berbicara seperti itu ke cowok yang memang sudah punya pasangan?? Lia menangis. Begitu kejamnya Ami dan Nandi yang sudah menyakiti hati Lia dengan sangat dalamnya.

 

Akhirnya Lia sudah tidak sanggup menahan semua kebohongan yang mereka perbuat. Lia pun membongkar dari mana ia tau tentang Nandi dan Ami. Dan Nandi saat itu menangis dan memohon-mohon agar Lia menerima Nandi dan memberi Nandi kesempatan kedua. Lia hanya terdiam. Bagaimana bisa ia menerima orang yang sangat jelas telah mengkhianati Lia. Lia semakin kecewa karena Ami tidak meminta maaf setelah apa yang dia lakukan. Ami bersikap tidak terjadi apa-apa.

 

Nandi mengajak Lia kerumahnya untuk membicarakan tentang kelanjutan hubungannya. Nandi menangis dan menyesal setelah menyakiti Lia dengan berkhianat dibelakang Lia. Di depan keluarganya, Nandi meminta maaf. Lia hanya terdiam, dan mencoba untuk memperbaiki hubungan kembali dengan Nandi. Dan Nandi dengan segudang janjinya mencoba untuk mengambil hati Lia kembali.

 

Lia, dengan setulus hati mencoba untuk bersikap biasa dengan Nandi. Ia sadar, mungkin Nandi berpaling ke cewek lain karena memang mulai merasa jenuh. Karena hubungan mereka saat itu menginjak 19 bulan. Dan mungkin ada sikap Lia yang kurang berkenan di hati Nandi. Lagi-lagi Lia kecewa. Sejenuh-jenuhnya Lia dengan Nandi, tidak pernah sedikitpun ia mencoba untuk berpaling ke orang lain. Sesuatu yang memang sangat tidak adil untuk membayar kesetiaan Lia.

 

Akan tetapi, Nandi tidak pernah kapok dengan apa yang sudah ia lakukan. Ia tidak pernah bersikap tegas dengan Ami. Selalu membela Ami di depan Lia. Mengatakan bahwa semua salah Nandi bukan salah Ami. Lia berfikir, bagaimana pun juga, Nandi tidak mungkin sampai bersikap seperti itu kalau memang Ami tidak menanggapi Nandi. Ami tidak ingin dikatakan sebagai perusak hubungan mereka, akan tetapi kenyataannya, Ami memang seperti itu.

 

Bulan demi bulan berlalu. Lia menjadi seseorang yang memang lebih posesif karena ia tidak mau semua terulang kembali. Lia pun selalu mengawasi Nandi untuk tidak terlalu dekat dengan teman cewek. Seperti apa yang Nandi lakukan dulu. Ternyata, sikap Lia yang mengawasi Nandi seperti ini, membuat Nandi merasa dikekang. Padahal Nandi dulu bersikap seperti itu. Bahkan jauh lebih parah. Lia hanya bisa menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa.

 

Ketika hubungannya menginjak tahun kedua, masalah Lia dan Nandi pun bertambah parah. Disaat Lia merasa hubungannya telah agak mendingin, Lia mencoba berbicara dengan Nandi dan ingin memulai semua dari awal. Ternyata, Nandi tetap tidak bisa bersikap tegas dengan Ami. Disaat Lia meminta Nandi untuk menjauhi Ami dan teman-temannya, Nandi hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa. Tidak lama setelah itu, Nandi dan Lia bertemu dengan Ami, dengan sangat santainya Nandi menyapa Ami didepan mata Lia. Lia marah. Dan Nandi pun ikut marah karena Lia seperti itu. Lia diam, dan berkata ”Barusan aku bilang aku minta kamu jauhin dia, dan kamu tadi bertemu dia, kamu menyapa dengan sangat santainya, dan kamu marahin aku karena aku merasa marah kamu menyapa seseorang yang emang udah nyakitin aku?”. Nandi menyesal dan meminta maaf. Lia terlanjur sakit hati.

 

Setelah kejadian itu, Lia dan Nandi pun terus bertengkar. Sampai akhirnya Lia mengucapkan kata ”PUTUS”. Lia menangis, bukan ini yang ia harapkan. Setiap saat Lia berharap Nandi benar-benar bisa membuktikan kalau dia benar-benar tegas.

 

2 minggu setelah putus, Lia menerima kabar ternyata Nandi sedang melakukan pendekatan dengan Ami. Lia benar-benar merasa dikhianati. Secepat dan segampang itu Nandi mendekati Ami bahkan sudah berharap ingin mempunyai hubungan dengan Ami, orang yang pernah menyakiti Lia.

 

Pengkhianatan yang dialami Lia begitu besar. Kesakitan yang dialami Lia terlalu dalam. Kebohongan yang diterima Lia terlalu menyakitkan.

 

Ketulusan dan kesetiaan Lia, dibayar dengan semua pengkhianatan Ami dan Nandi. Lia pun sadar, cepat atau lambat Lia akan mengetahui siapa Nandi. Dan semua telah terbukti dengan semua pengkhianatan mereka.

 

Lia pun bersyukur telah diingatkan siapa Nandi dan Ami yang sebenarnya, meskipun hatinya sakit menerima pengkhianatan mereka. Lia berharap, suatu saat mereka bisa merasakan apa yang telah Lia rasakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: